MEMBANGUAN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK DARING VIA WA GRUP

Hari                 : Senin, 1 November 2021

Narasum,ber    :WIJAWA KESUMAH, S. Pd., M. Pd

Moderator       : Dail Ma’ruf, M. Pd

Tema               : Membanguan Digital Space Yang Aman Untuk Anak Daring Via Wa Grup

 

Petauihan Guru Motivator Literasi Digital Pertemuan Pertama

Biodata narasumber



Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd , Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1971. Menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta pada Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (1990-1994). Telah menyelesaikan pendidikan S2 pada Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Pascasarjana UNJ (2007-2009) dan mulai tahun 2014 telah melanjutkan pendidikan ke S3 Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Mohon doanya cepat selesai dan mendapatkan gelar doktor pendidikan tahun 2021 ini.

 Sejak 1992 hingga saat ini berkarier sebagai pengajar bidang studi TIK/INFORMATIKA di SMP Labschool Jakarta. Semasa kuliah di IKIP Jakarta aktif di beberapa organisasi, yaitu: Ketua Umum HMJ Teknik Elektro FPTK IKIP Jakarta, Ketua HMI Komisariat FPTK IKIP JAKARTA, Ketua Musholla “Al Biruni” FPTK IKIP JAKARTA, Sekretaris Senat Mahasiswa FPTK IKIP JAKARTA, dan Ketua LP2TK IKIP JAKARTA Bidang Perangkat Lunak (1994-1996). Juga pernah menjadi Sekertaris Ikatan Remaja Masjid Al Iman Komplek TNI Angkatan Laut Jatibening Indah, Pondok Gede, Bekasi (1990).

 Pengalaman organisasi lainnya adalah Sekretaris Alumni Elektro FT-UNJ (2006-2011), Kepala Humas Ikatan Pengembang Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) Pusat, Sekertaris jenderal Komunitas TIK dan KKPI (KOGTIK) dan IKATAN GURU TIK PGRI, Pengurus APKS PB PGRI, Penulis Teraktif Kompasiana.com, Penasehat Komunitas Blogger Bekasi, Mantan Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Mantan Penasihat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Bekasi, Konsultan pendidikan di beberapa sekolah swasta, Pendiri Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), Founder Teacher Writing Camp (TWC), Founder Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI), dan pernah menjadi Pembina Redaksi majalah ”Gema” SMP Labschool Jakarta, dan beberapa sekolah terkenal di Jakarta. Omjay banyak diundang menjadi narasumber untuk menjadi konten kreator di banyak sekolah dengan disain dan metode pembelajaran modern di era Revolusi Indutri 4.0. Sekarang ini beliau mengembangkan website http://gurupenggerakindonesia.com.

Beberapa karya ilmiah yang diterbitkan untuk tingkat nasional adalah:

Proses Pembelajaran Internet dalam Meningkatkan Imtak Siswa (2005), Pembelajaran Berbasis ICT di Kelas Akselerasi dalam meningkatkan Imtak-Iptek secara Terpadu (2006), Peningkatan Imtak Siswa Berbasis Proses Pembelajaran Word melalui CTL & Portofolio (2007), Peningkatan Kualitas Pembelajaran Internet di Kelas Akselerasi dengan metode CTL & Penilaian Portofolio (2007), Menumbuhkan Kreativitas Menulis Siswa Akselerasi melalui Belajar Mandiri pada Pembuatan Blog di Internet (2008), Upaya Meningkatkan Minat dan Kreativitas Menulis Melalui Pengelolaan Blog di Internet (2008), Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Mengapa Guru Takut Melakukannya? (2008), Mengenal Penelitian Tindakan Kelas (2008), Yuk Kita Ngeblog! (2009), Guruku Menggapai Bintang (2010), Menjadi Blogger Handal di Era Global (2010), Internet Sehat Bikin Hebat (2011), Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya (2011), Efektifitas Pemanfaatan Blog Sebagai Media Test Online (2011), Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi (2011), dan TIK: Menulis Blog Untuk Pendidikan (2012). Saat ini sudah menyelesaikan buku terbarunya, Catatan Harian Seorang Guru Blogger (2020), dan menjadi guru di zaman Edan (2014), Menjadi Blogger Ternama (2017), Melejitkan Keterampilan Menulis Siswa (2020) sedang meneliti tentang pemanfaatan dan Manajemen blog untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa (2019-2020). Buku Berburu Ilmu di negeri Panda yang Lucu (2021), Buku Agar PJJ Tak Lagi Membosankan (2021), Buku Awas Virus Corona Mengintai Anda (2021), Guru Penggerak (2021). Sekarang ini sedang fokus menyelesaikan buku terbarunya, belajar STEAM di negara China dan membacalah setiap hari lalu perhatikan apa yang terjadi.

  

Penulis Buku paket TIK kelas 7, 8, dan 9 SMP bersama guru tim TIK Labschool Jakarta yang diterbitkan oleh Penerbit Rajagrafindo. Alhamdulillah telah banyak dipakai oleh guru TIK SMP di Indonesia melalui jalur MGMP TIK. Juga penulis buku untuk pembelajaran TIK Yuk Kita Ngeblog!. Saat ini telah menulis buku Informatika kelas 7, 8. dan 9 SMP. Juga menjadi koordinator untuk penyusunan buku Informatika SD, SMP, dan SMA. Buku informatika diterbitkan Penerbit Andi Yogyakarta.

Motto Hidup :Kejujuran Kunci Keberhasilan dan Kesuksesan. Hobbi: Menulis di blog

Email : wijayalabs@gmail.com

wijayalabs@yahoo.com

Alamat Rumah: Jl. Bintan B. 144 Rt. 05/10 Komplek TNI AL Jatibening Indah, Pondok Gede Bekasi 17412. Telepon. 021 8482225, hp/WA. 08159155515

Website : https://www.wijayalabs.com

Blog internet Wijaya lainnya yang pernah dibuat :

http://wijayalabs.wordpress.com

http://wijayalabs.blogspot.com.

http://omjaylabs.wordpress.com

http://kompasiana.com/wijayalabs

http://facebook.com/wijayalabs

http://twitter.com.com/wijayalabs

Prestasi Ilmiah Guru:

Juara Kedua Lomba Pidato Nasional Orientasi Jasa Keuangan (2013)

Juara III Guru berintegratis Bank Syariah Mandiri (2012)

Pemakalah Simposium Nasional Hasil Penelitian dan Inovasi Pendidikan  tingkat nasional 2010 dan 2011 di Balitbang Kemendiknas (Hotel Bidakara Jakarta tahun 2010, dan Hotel Aston Bali tahun 2011)

Pemenang kedua Guraru Acer Award 2011 di Jakarta

Pemenang Pertama Naskah Buku Pengayaan 2009 dari Pusat Perbukuan Depdiknas dengan judul Yuk Kita Ngeblog!

Juara Pertama Lomba Blog Tingkat Nasional dari Pusat Bahasa Depdiknas 2009 di Jakarta

Finalis Lomba Keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran Tingkat Nasional 2008 di Jakarta

Finalis Inovatif Teacher Tingkat Nasional 2007 di Jakarta

Finalis Lomba karya Tulis Pendidikan Luar Biasa Tingkat Nasional 2006 di Yogyakarta

Juara I Lomba karya Tulis Imtak Tingkat Nasional Depdiknas-Depag 2005 di jakarta

Nara sumber Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kemendiknas, dan Kementrian pendidikan agama untuk para guru di Indonesia

Konsultan manajemen pendidikan dan sudah lebih dari 6 tahun

Nara sumber Creative Writing di beberapa kampus, dan telah menerbitkan lebih dari 13 buah buku

Pemenang III Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat nasional (INOBEL) tahun 2017 di Kuta Bali.

Guru Paling Ngeblog 2012 di kompasiana.com yang beritanya ada di http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/18/16364351/Wijaya.Kusumah.Pak.Guru.Paling.Nge-Blog

Guru yang Suka Menulis dan Ngeblog, dituliskan di rubrik Sosok Kompas, Rabu, 28 Mei 2013. Beritanya ada di http://edukasi.kompas.com/read/2013/05/29/09472471/Omjay..Guru.yang.Suka.Menulis.dan.Ngeblog.

Pemenang ketiga Inovasi Pembelajaran (INOBEL) bidang SORAK di Kuta Bali tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dirjen GTK Kemdikbud.

Juara Kedua Lomba Coding Putekkom Kemdikbud tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2019.

Pemenang Inobel 2017

Setiap kali memberikan materi pelatihan atau workshop, khususnya Pelatihan guru menulis dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Omjay selalu mempublikasikannya ke blog http://kompasiana.com/wijayalabs. Sebuah blog keroyokan miliki http://kompas.com.

 

Materi yang disampaiakn oleh Narasumber an. Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd disapa Omjay

Ada 4 hal dalam literasi digital yang harus kita kuasai, sehingga kita bisa menyampaikannya kepada peserta didik kita, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital

1.      Materi pertama ini masuk dalam wilayah materi keamanan digital untuk anak, khususnya peserta didik kita dan anak-anak kita di rumah, kecakapan digital, buadaya digital, etika digital dan kemanan digital, dapat anda baca di gmabr di atas.

Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak

bagaimana kita membangunnya?





 Caranya adalah membaca obyek materi yg saya bagikan sore ini

1)      Pertama kita mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital yang terus berkembang

2)      Kedua kita  harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital

3)      Ketiga, Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan pada anak dan

4)      keempat bagaimana cara aman dan nyaman beriunternet bersama keluarga tercinta

ini menarik nih...saat pandemi  covid, kedekatan anak pada gedjet tampaknya lebih dekat daripada ke ayah bundanya. Gimana cara memberikan kesadarannya Om jay?

Anak-anak kita adalah anaka-anak kelompok yang rentan terhadap berbagai kejahatan digital. Tidak semua orang bai ada dalam dunia digital kita. Salah satunya adalah jangan biarkan anak-anak kita mengumbar data pribadi di media digital atau media sosial.

betul, dan itu semua tugas kita sebagai guru dan orang tua

Guru berat ya,  tugas ke anak di rumah juga ke murid di sekolah, biar aman apa langkah kita pada anak Om jay

Ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital dengan baik dan benar, membuat mereka menjadi korban kejahatan media digital. Bahkan banyak juga orang dewasa yang menjadi korbannya. Kita harus mulai belajar di media digital dan usahakan sudah membuka website https://literasidigital.id

Nah ini yang akan omjay jelaskan dengan panjang lebar melalui wa Group ini. Semoga cukup waktunya

 

Saat ini, telah terekspos konten pornografi yang muncul tidak dengan sengaja saat anak mengakses media sosial. Orag tua dan guru harus mampu menjadi pemndu buat anak dan peserta didiknya

Kalau akses internet di tempat anda cepat, anda bisa membuka link video ini, https://literasidigital.id/video-literasi-digital/

baiklah Om Jay, kita kunjungi dulu  bagaimana kita mandu anak dan murid supaya tidak kena bahaya dampak negatif dari  konten gadjet

Banyak orang saat ini tidak memmahami bahkan tidak peduli akan bahaya yang dapat mengancam anak-anak kita. Itulah mengapa kami membuka kelas GMLD, walaupun kominfo juga telah melaksanakan berbagai webinar literasi digita secara masif di setiap kota dan kabupaten setiap hari di internet

Kominfo melakukan, dan kita bantu supaya makin banyak yang faham betapa penting MELEK Literasi Digital...

Kita terkadang dengan mudah saling berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru dikenal. Akibatnya data privasi dapat disalahgunakan oleh pihak yangtidak bertanggung jawab. Apalagi bila mereka masih anak-anak.



 data privasi kita dengan mudah diperjual belikan oleh mereka yang tdk bertanggung jawab di media digital

wow, bisa untuk menipu , memeras dan seterusnya... mengerikan juga ya?

Dari hasil survey Google bersama Trust dan Safety research pada bula Februari 2021, ada 51 % orang tua di Indonesia merasa khawatir tentang keamanan digital anak. Bahkan ada 42 % orangtua mengkhawatirkan 3 hal yaitu keamanan informasi anak, anak-anak menerima konten yang tdk pantas, dan anak-anak menerima perhatian dari orang yang tdk dikenalnya.



 



iya, itulah mengapa kita harus membangun tempat yang aman dan nyaman untuk anak-annak kita dalam bermedia digital


Resiko kejahatan di ruang digital pada anak yang sering terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual dan lain-lain yang bisa kita baca di media social

Beritanya selengkapnya

Bandung Barat - Orang tua harus peka dengan tingkah laku anaknya yang gemar bermain game di gadget. Jangan sampai, anak mengalami kecanduan yang berdampak terhadap kesehatan psikologisnya.

Sub Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budiyanti mengatakan ada 11 gejala bagi anak yang mengalami kecanduan gadget dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) V. Beberapa di antaranya bisa dikenali dari perilaku sehari-hari."Anak main game untuk melarikan diri dari ketidaknyamanan. Kemudian yang kedua jam pemakaian game sudah tidak proporsional," ujar Lina saat ditemui di Cisarua, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Viral Anak Kejang Disebut 'Kecanduan Game', Ini Fakta Sesungguhnya

Lina mengatakan, jam yang dianjurkan tidak lebih dari dua jam. Ciri-ciri anak yang kecanduan biasanya memainkan gadget lebih dari enam jam perhari.

"Kemudian dia harus sampai berbohong untuk bisa pakai game itu. Kalau tidak main game membuat dia cemas, cemas itu karena tidak bermain game atau game yang membuatnya cemas, seperti lingkaran setan," katanya.

Tiap bulan, RS Jiwa di Jawa Barat menangani belasan anak dan remaja yang kecanduan ponsel. Foto: Yudha Maulana/detikHealth

Ia pun menganjurkan orang tua segera memeriksakan kesehatan mental anaknya ke psikiater jika menemukan gejala dini tersebut.

"Pasien yang kecanduan bermain game itu, lebih mementingkan game-nya dari pada melakukan hal postif lainnya. Kalau anak-anak kan harusnya belajar tapi itu diabaikan," ujarnya.

"Agar mereka bisa lepas dari main game itu waktunya minimal tiga bulan. Itu merupakan terapi perilakunya untuk memutus paparan main game-nya," ujar Lina melanjutkan.

Anak mengamuk atau menangis ketika diambil paksa gadget yang dipegangnya, ujar Lina, hal tersebut juga menjadi pertanda bahwa anak sudah mulai kecanduan.

Diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat dalam sebulan rata-rata menangani 11 hingga 12 pasien anak dengan rentang usia 7-15 tahun, dan total saat ini ada ratusan anak yang ditangani. Mereka disebut mengalami kecanduan ponsel.

"Tidak hanya spesifik kecanduan game, ada juga karena YouTube. Ada remaja yang menonton YouTube seharian hingga muncul gejala psikologis," kata Lina.

Baca juga: Tiap Bulan, RSJ Cisarua Tangani Belasan Anak Kecanduan Game dan Ponsel

Baca artikel detikHealth, "Ratusan Anak di Jabar Masuk RS Jiwa karena Kecanduan Ponsel, Ini Gejalanya" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

hal yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan seksual pada anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya. Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.

Beritanya ada di https://id.theasianparent.com/child-grooming, semoga akses internet anda cepat sehingga bisa membuka link beritanya.

Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.SE7

Mari kita lihat beritanya

Bagimana supaya anak-anak kita aman dalam bermedia digital atau mengakses internet? Web Rujukan Digital Parenting

• literasidigital.id (kumpulan buku, video, infografis tentang literasi digital yang dapat di unduh  secara gratis)

• Smartschoolonline.id (program edukasi terkait pemanfaatan internet yang  sehat)

• Sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id (artikel, modu, video terkait isu parenting)

• fosi.org (beragam panduan dan tools pengembangan digital parenting

• beinternetawesome.withgoogle.com

Siulahkan anda mampir ke berbagai website yang omjay bagikan, dan nampaknya anda perlu duduk sebentar untuk membaca sedikit dsemi sedikit web rujukan digital parenting. Semoda ada waktu untuk membacanya.

Seabiknya kita mulai, • Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti nomor telepon, assport/KTP, password, dan alamat rumah • Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link sembarangan • Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan menggunakan two  tep authentication

• Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk

mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat kita rawan jadi target kejahatan digital.

• Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk kejahatan di ruang digital

• Bantu memberikan konten yang baik atau bagus

• Pengingat penggunaan screen

• Salah satu wadah komitmen keluarga

• Mengetahui dimana posisi anak berada

buat WA Group keluarga atau Manfaat Family Link Apps

Kesimpulan:  • Orang tua harus sebagai rule model

• Dampingi anak saat mengakses internet

• Batasi waktu atau durasi penggunaan gadget

• Diskusikan tentang resiko atau dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan

• Risiko kejahatan ruang digital bisa diatasi dengan kecakapan literasi digital

• Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga harus lebih cermat dan bijak dalam ruang digital

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab.

Ada pertanyaan bagus, tidak semua orang tua lebih cerdas masalah digital dibanding anak-anaknya. Bagaimana pemerataan kepada semua orang tua dan anak-anak untuk cakap digital dan bagaimana kita mengajak anak yang tertutup karena takut bisa jadi diancam orang di dunia digital?

Sebagai ortu dan guru kita harus lebih memahami ranah dunia digital dibandingkan anak-anak kita untuk bisa optimal dalam menjaga anak-anak kita di dunia digital. Itulah emngapa kita perlu belajar literasi digital dengan baik dan benar

Literasi Digital yang mengakat tema besar Indonesia Makin Cakap Digital ini membahas 4 pilar utama Literasi Digital yakni, budaya bermedia (digital culture), aman bermedia (digital safety), etis bermedia (digital ethics) dan cakap bermedia digital (digital skills)