PROOFREADING
SEBELUM MENERBITKAN TULISAN
Hari : Senin, 1 November 2021
Narasumber :
Susanto, S. Pd
Moderator :
Rosminyanti
Tema : PROOFREADING SEBELUM MENERBITKAN TULISAN
Pelatihan Belajar menulis PGRI Pertemuan ke-13
Gelombang 21 & 22
Menulis adalah sebuah
kebutuhan agar otak kita tidak dipenuhi oleh feses pemikiran. Maka, menulislah.
Entah itu di buku tulis, daun lontar, prasasti, atau bahkan media sosial,
menulislah terus tanpa peduli karyamu akan dihargai oleh siapa dan senilai berapa.(Fiersa Besari)
Mengenal narasumber
pada malam hari ini yang disampaikan oleh moderator, Tak kenal maka tak sayang.
Tak sayang maka tak cinta. Agar kita cinta kepada guru yang memberikan ilmu
kepada kita, marilah kita berkenalan dulu dengan membaca sejenak biodata
beliau.
Materi
yang disampaikan oleh narasumber menyampaiakan pada saat itu (Belajar di G-15)
seingat saya belum ada materi Proofreading
Saya
yakin, ada (mungkin banyak) di antara Bapak atau Ibu yang sdh menjadi Proofreader
Profesional
Oleh
karena itu, saya mohon izin. Ibarat menggarami lautan, untuk Bapak dan Ibu yang
berprofesi sebagai proofreader, kita dapat berbagi pada kesempatan selanjutnya.
Setelah
membaca, menyimak, dan/atau menyaksikan video tentang proofreading dan Pediman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia, peserta KulWap dapat:
1.
Menjelaskan pengertian proofreading
2.
Menjelaskan hal-hala yang menjadi objek proofreading
3.
Melakukan proofreading menggunakan KBBI dan PUEBI Daring sebagai alatnya
Sebenarnya,
saya bukan "proofreader ataupun editor profesional"
Namun,
beberapa teman di grup menulis, memberi kesempatan untuk melakukan uji baca
naskah-naskah mereka lalu meminta saya menjadi editor bukunya.
Beberapa
buku karya teman yang saya ikut di dalamnya sebagai editor di antaranya:
1. Kunci
Sukses Menjadi Moderator Online (Aam Nurhasanah), Desember 2020.
2. Patidusa
Pujangga Wiyata, Antologi Puisi Nusantara Bergema (Aam Nurhanasa, dkk), Januari
2021.
3. Bait-bait
Kerinduan, Antologi Puisi Ungkapan Rasa Rindu (Rofiana, S.Pd., dkk), Maret
2021, Januari 2021.
4. Haru
Biru Perjalananku, Catatan Perjalanan Tugas Kepala Sekolah Daerah Terpencil dan
Satu Atap (“Ambu” Tini Sumartini), Maret 2021.
5. Merajut
Goresan Tinta Berbuah Karya (Herni Sunarya Banah, S.Pd.), Maret 2021.
6. Purwakarya
Literasi, antologi peserta Gel 18 (2021)
7. Membongkar
Rahasia Menulis ala Guru Blogger (Bersama Bu Noralia Puspa Yunita dkk), Juli
2021.
Terakhir
diberi kesempatan menjadi editor buku Blogger Milenial, Ibu Maysaroh
Beberapa
waktu lalu, saya baru selesai menguji baca dan mengedit tulisan teman blogger
yang mau bikin buku Solo agar lulus dan mendapat Sertifikat Pelatihan Menulis
ini.
Satu
lagi naskah, belum saya kembalikan karena masih harus diuji baca kembali, Buku
karya Ibu Sumarjiyati tentang penulisan cerpen.
Semoga
diberi kelancaran.
Masuk pada meteri
1. Baik,
kita masuk ke materi, ya Bpk dan Ibu; Proofreading atau kadang disebut dengan
uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa
apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.
Kesalahan yang dimaksud
di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam
penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata.
Perlu juga diketahui
bahwa proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan,
tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Proofreader harus dapat
mengenali:
apakah sebuah kalimat
efektif atau tidak
susunannya sudah tepat
atau belum
substansi sebuah
tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak
Mengapa harus melakukan
proofreading?
1. Proofreading
oleh penulis
Proofreading adalah
aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan
atau dibagikan.
Oleh karena itu,
kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan.
Lakukan proofreading
HANYA DAN HANYA JIKA tulisan sudah selesai, naskah buku sudah selesai
Para Guru Menulis,
selalu menasihati: *"Tulis saja, jangan pedulikan teknis. Salah nggak papa
mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan
editing."
Jika
proofreading dilakukan oleh penulis, kapan melakukannya?
Jika
naskah sudah selesai, lakukan proofreading setelah naskah diendapkan beberapa
saat Terjemahan "saat" bisa hitungan jam atau hari
Agar
dapat objektif
2. Proofreading
oleh "orang lain"
Jika proofrading
dilakukan oleh penulis setelah naskah diendapkan, maka ketika melakukannya, ia
bertindak sebagai "CALON PEMBACA"
a. Langkah
Pertama
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan
signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh
bagian.
b. Langkah
Kedua. Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan
paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
c. Langkah
Ketiga. Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang
jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
d. Yang
keempat
1) Cek
ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI & PUEBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan
gaya penerbit
2) Pemenggalan
kata-kata yang merujuk ke KBBI
3) Konsistensi
nama dan ketentuannya
4) Perhatikan
judul bab dan penomorannya
Jika
Anda seorang blogger (dulu belum, mungkin) setelah ikut pelatihan di kelas ini,
Anda adalag bloger karena resume dipublikasikan di blog
Hindari
kesalahan yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan
penyingkatan kata.
Sedikit
bahkan tidak adanya kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman.
Kesalahan
lain misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda
seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah
dari kata yang mengikutinya.
Untuk
ini, penulis mestilah menguasai EYD (sekarang PUEBI) dan kata-kata baku di KBBI
(Mohon
maaf, Bapak dan Ibu)
Setelah
tulisan di blog selesai, buka jendela draft, dan buka juga jendela pratinjau.
Baca
tulisan pada jendela pratinjau
Jika
ada kesalahan penulisa, blok kata yang salah lalu di copy
Setelah
itu buka jendela draft, tekan tombol CTRL + F
Tempelkan
salinan tadi di kolom pencarian CTRL + V
Akan
muncul highlight tulisan, kita lakukan perbaikan, setelah itu klik tombol
simpan atau CTRL + S
Buka
jendela pratinjau, kemudian refresh atau tekan tombol F5
Begini
ilustasinya, namun saya menggunakan Wordpress dengan mode penulisan Classik
Saya
tidak menyisipkan suara, sayangnya
Kuman di seberang lautan tampak, Gajah
di pelupuk mata tidak tampak.
Juga
teringat ketika teman-teman nonton bola di tribun atau di televisi.
Bapak
sebagai penulis adalah pemain bola yang menggiring bola ke gawang lawan. Kadang
tidak tahu di depan ada pemain yang hendak menjegal. Kami penonton di kejauhan
tahu benar ke mana bola harus ditendang.
Demikian
pula menulis, jadi perlu orang lain untuk ikut membaca tulisan kita.
Kita
tidak mungkin menguasai segalanya, hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan
memiliki kompetensi: penulis, proofreader, editor, sekaligus.
Silakan
belajar PUEBI dan KBBI