YUK CEGAH CYBER BULLYING

Hari                 : Senin, 8 November 2021

Narasumber     : Wiaya Kesumah, M. Pd

Moderator       : Rosminiyanti

Tema               : Yuk Cegah Cyber Bullying



Pertemuan ke-4 Pelatihan Guru Literasi Digital Indonesia

Hari berganti hari tak terasa minggu puntiba Senin, 8 November 2021 dalam Pelatihan Guru Literasi Digital telah memasuku pertemuan ke-4 bersama Narasumber yang disava Omjya nama beliau ialah Wijaya Kesumah, M. Pd,  hari ini beliau membawakan materi yang bertema Yuk Cegah Cyber Bullying serta didampingi oleh Ibu Rosminiyanti selaku moderator.

Selayang pandang narasumber

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd , Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1971Menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta pada Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (1990-1994). Telah menyelesaikan pendidikan S2 pada Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Pascasarjana UNJ (2007-2009) dan mulai tahun 2014 telah melanjutkan pendidikan ke S3 Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Mohon doanya cepat selesai dan mendapatkan gelar doktor pendidikan tahun 2021 ini.

Sejak 1992 hingga saat ini berkarier sebagai pengajar bidang studi TIK/INFORMATIKA di SMP Labschool Jakarta. Semasa kuliah di IKIP Jakarta aktif di beberapa organisasi, yaitu: Ketua Umum HMJ Teknik Elektro FPTK IKIP Jakarta, Ketua HMI Komisariat FPTK IKIP JAKARTA, Ketua Musholla “Al Biruni” FPTK IKIP JAKARTA, Sekretaris Senat Mahasiswa FPTK IKIP JAKARTA, dan Ketua LP2TK IKIP JAKARTA Bidang Perangkat Lunak (1994-1996). Juga pernah menjadi Sekertaris Ikatan Remaja Masjid Al Iman Komplek TNI Angkatan Laut Jatibening Indah, Pondok Gede, Bekasi (1990).

Pengalaman organisasi lainnya adalah Sekretaris Alumni Elektro FT-UNJ (2006-2011), Kepala Humas Ikatan Pengembang Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) Pusat, Sekertaris jenderal Komunitas TIK dan KKPI (KOGTIK) dan IKATAN GURU TIK PGRI, Pengurus APKS PB PGRI, Penulis Teraktif Kompasiana.com, Penasehat Komunitas Blogger Bekasi, Mantan Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Mantan Penasihat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Bekasi, Konsultan pendidikan di beberapa sekolah swasta, Pendiri Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), Founder Teacher Writing Camp (TWC), Founder Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI), dan pernah menjadi Pembina Redaksi majalah ”Gema” SMP Labschool Jakarta, dan beberapa sekolah terkenal di Jakarta. Omjay banyak diundang menjadi narasumber untuk menjadi konten kreator di banyak sekolah dengan disain dan metode pembelajaran modern di era Revolusi Indutri 4.0. Sekarang ini beliau mengembangkan website http://gurupenggerakindonesia.com.

Beberapa karya ilmiah yang diterbitkan untuk tingkat nasional adalah:

Proses Pembelajaran Internet dalam Meningkatkan Imtak Siswa (2005), Pembelajaran Berbasis ICT di Kelas Akselerasi dalam meningkatkan Imtak-Iptek secara Terpadu (2006), Peningkatan Imtak Siswa Berbasis Proses Pembelajaran Word melalui CTL & Portofolio (2007), Peningkatan Kualitas Pembelajaran Internet di Kelas Akselerasi dengan metode CTL & Penilaian Portofolio (2007), Menumbuhkan Kreativitas Menulis Siswa Akselerasi melalui Belajar Mandiri pada Pembuatan Blog di Internet (2008), Upaya Meningkatkan Minat dan Kreativitas Menulis Melalui Pengelolaan Blog di Internet (2008), Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Mengapa Guru Takut Melakukannya? (2008), Mengenal Penelitian Tindakan Kelas (2008), Yuk Kita Ngeblog! (2009), Guruku Menggapai Bintang (2010), Menjadi Blogger Handal di Era Global (2010), Internet Sehat Bikin Hebat (2011), Menjadi Guru Tangguh Berhati Cahaya (2011), Efektifitas Pemanfaatan Blog Sebagai Media Test Online (2011), Menulislah Setiap Hari & Buktikan Apa yang Terjadi (2011), dan TIK: Menulis Blog Untuk Pendidikan (2012). Saat ini sudah menyelesaikan buku terbarunya, Catatan Harian Seorang Guru Blogger (2020), dan menjadi guru di zaman Edan (2014), Menjadi Blogger Ternama (2017), Melejitkan Keterampilan Menulis Siswa (2020) sedang meneliti tentang pemanfaatan dan Manajemen blog untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa (2019-2020). Buku Berburu Ilmu di negeri Panda yang Lucu (2021), Buku Agar PJJ Tak Lagi Membosankan (2021), Buku Awas Virus Corona Mengintai Anda (2021), Guru Penggerak (2021). Sekarang ini sedang fokus menyelesaikan buku terbarunya, belajar STEAM di negara China dan membacalah setiap hari lalu perhatikan apa yang terjadi.

Prestasi Ilmiah Guru:

ü  Juara Kedua Lomba Pidato Nasional Orientasi Jasa Keuangan (2013)

ü  Juara III Guru berintegratis Bank Syariah Mandiri (2012)

ü  Pemakalah Simposium Nasional Hasil Penelitian dan Inovasi Pendidikan  tingkat nasional 2010 dan 2011 di Balitbang Kemendiknas (Hotel Bidakara Jakarta tahun 2010, dan Hotel Aston Bali tahun 2011)

ü  Pemenang kedua Guraru Acer Award 2011 di Jakarta

ü  Pemenang Pertama Naskah Buku Pengayaan 2009 dari Pusat Perbukuan Depdiknas dengan judul Yuk Kita Ngeblog! 

ü  Juara Pertama Lomba Blog Tingkat Nasional dari Pusat Bahasa Depdiknas 2009 di Jakarta

ü  Finalis Lomba Keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran Tingkat Nasional 2008 di Jakarta

ü  Finalis Inovatif Teacher Tingkat Nasional 2007 di Jakarta

ü  Finalis Lomba karya Tulis Pendidikan Luar Biasa Tingkat Nasional 2006 di Yogyakarta

ü  Juara I Lomba karya Tulis Imtak Tingkat Nasional Depdiknas-Depag 2005 di jakarta

ü  Nara sumber Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kemendiknas, dan Kementrian pendidikan agama untuk para guru di Indonesia

ü  Konsultan manajemen pendidikan dan sudah lebih dari 6 tahun

ü  Nara sumber Creative Writing di beberapa kampus, dan telah menerbitkan lebih dari 13 buah buku

ü  Pemenang III Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat nasional (INOBEL) tahun 2017 di Kuta Bali.

ü  Guru Paling Ngeblog 2012 di kompasiana.com yang beritanya ada di http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/18/16364351/Wijaya.Kusumah.Pak.Guru.Paling.Nge-Blog

ü  Guru yang Suka Menulis dan Ngeblog, dituliskan di rubrik Sosok Kompas, Rabu, 28 Mei 2013. Beritanya ada di http://edukasi.kompas.com/read/2013/05/29/09472471/Omjay..Guru.yang.Suka.Menulis.dan.Ngeblog.

ü  Pemenang ketiga Inovasi Pembelajaran (INOBEL) bidang SORAK di Kuta Bali tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dirjen GTK Kemdikbud.

ü  Juara Kedua Lomba Coding Putekkom Kemdikbud tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2019.

 

Buah Karya OMjya

145 hasil karya berada di blogger

Masih banyak cerita dan berita lainnya, silahkan kunjungi blog omjay lainnya di( http://omjaylabs.blogspot.com dan http://omjaylabs.wordpress.com )

Materi yang disampaikan pada hari ini oleh narasuber

 Apa itu cyberbullying?

Ini penjelasan adri Bapak Wijaya Kesumah yang disava Omjya menjelaskan Cyberbullying merupakan perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendakan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja yang dilakukan secara online maupun atau di dunia siber.

Berbeda dengan bullying yang terjadi di offline, tutur Omjya Cyberbullying justru lebih parah. Hal ini karena pada bully offline biasanya yang tahu adalah orang-orang yang melihat secara langsung, namun kalau cyberbully, semua orang yang online dan terkoneksi dapat melihatnya.

Dapat dibayangkan kalau seseorang diserang atau di-bully di media sosial, diserangn dengan hate comment penuh dengan kata kasar atau tak senonoh, semua temannya bahkan mungkin keluarganya pasti akan membacanya. Belum lagi kalau pelaku cyberbully mengarahkan teman-temannya untuk menyerang korban. Jangan remehkan cyberbully, karena dapat membuat kesehatan mental korban jadi terganggu.

apa yang dapat dilakukan terhadap cyberbullying?

 Berikut tindakan yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menghentikan cyberbullying.

1.      Jangan merespons. Para pelaku bullying selalu menunggu reaksi korban. Untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak merasa diperhatikan

2.      Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini

3.      Simpan semua bukti. Karena aksi ini terjadi di media digital, korban akan lebih mudah mengcapture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak yang bisa membantu.

4.      Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentu komentar, pesan instan, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Ji…

Kita semua berharap dapat bersama-sama untuk cegah cyberbullying dan jangan sekali-kali menjadi pelaku cyberbullying. Bullying adalah penindasan yang dilakukan seseorang tanpa alasan karena merasa lebih memiliki power dibandingkan korban yang ingin di-bully. Power ini didapatkan dari rasa senioritas, kepemilikan, kedudukan, dan kepintaran.

Biasanya, pelaku menutupi kekurangannya dengan cara bully. Faktanya, pelaku dan korban memiliki ketakutan yang sama. Namun muncul dengan cara yang berbeda.

Sekarang, dengan adanya dunia maya banyak pelaku cyber bully, (sebutan untuk pelaku bully di sosial media) berlindung di anonymous account untuk mem-bully orang lain. Setiap orang pun dituntut untuk pandai bersikap dalam menggunakan sosial media.

Tips untuk mari kita cegah cyber bullying dengan cara ini!

Ada banyak penyebab terjadinya cyber bullying. Berikut empat penyebab yang bisa membuat Anda menjadi korban.

1.      Tidak posting terlalu sering atau banyak

Posting terlalu sering dan banyak bisa mengganggu orang lain. Oleh karena itu, posting terlalu sering dan banyak dapat memancing adanya cyber bullying.

2.      Hindari konten posting-an yang aneh

Apapun yang diunggah ke sosial media, pasti menimbulkan pro dan kontra. Terlebih ketika posting sesuatu yang dianggap aneh dan mengundang bully, meskipun hanya bully di dalam hati. Oleh krena itu, sebagai pengguna social media, sebaiknya batasi mengunggah konten yang mengganggu.

3.      Pintar-pintar memilih teman di sosial media

Akun media sosial tidak harus selalu terbuka untuk semua orang. Semakin banyaknya teman di media sosial, maka Anda harus siap-siap dengan banyaknya komentar yang datang.

4.      Tidak sembarang bercerita di sosial media  Membedakan hal yang lebih baik diceritakan pribadi atau di media sosial. Karena, perbedaan persepsi biasanya terjadi di media sosial.

Penggunaan media sosial (medsos) untuk bersosialisasi dan berbagi, banyak informasi saat ini kerap memicu berbagai aktivitas yang dibarengi tindak intimidasi dan pelecehan terhadap orang lain. Ini menjadi salah satu dampak buruk kehadiran sosial media di tengah masyarakat atau biasa disebut cyberbullying.

Caranya, kita mulai dengan langkah sederhana. Seperti menyebarkan kampanye dan aksi #BalasYangBaik di sosial media, kemudian ajak teman-teman untuk ikut dalam kampanye tersebut, dalam bentuk foto, video dan quotes. Kampanye anti cyberbullying harus terus disuarakan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan dampak dari cyberbullying lebih berbahaya dibandingkan dengan di dunia nyata. Pelaku biasanya mengunggah informasi pribadi orang lain baik dalam bentuk gambar atau video dengan tujuan mempermalukan dan menyakiti korbannya.

Korban akan mengalami trauma psikologis karena pelaku biasanya melakukan berulang-ulang dan menghasut orang lain untuk mengikutinya, meskipun orang lain itu kerap kali tidak mengenal korban

Kita perlu asesmen psikologi lebih lanjut untuk pemulihan secara psikis korban perundungan dunia maya. Kita juga perlu membeberkan cara pencegahan agar anak terhindar dari perundungan di media sosial, berikut ini informasinya.

1.      Edukasi anak

Orang tua harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman. Edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyberbullying. "Peran orang tua menjadi sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut. Keluarga adalah tempat pertama untuk memperoleh pendidikan," Itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua dan guru.

Aanak-anak mesti diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan melalui jejaring online, khususnya media sosial. Orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu.

2.      Ajari Anak cara menghadapi perundungan

Selanjutnya, orang tua harus mengajari anak cara menghadapi cyberbullying. Meski, hal ini bisa dilakukan oleh pribadi sendiri, tetapi sebagai orang tua tidak ada salahnya mengajarkan. Beberapa cara menghadapi cyberbullying yang bisa Anda ajarkan kepada anak yaitu tidak menanggapi apalagi sampai membalasnya dan sebaiknya blokir saja orang yang mem-bully jika hal tersebut tiba-tiba terjadi.

3.      Bimbing anak untuk atur privasi, khususnya data pribadi.

Langkah selanjutnya anak harus mampu mengatur privasi di media sosial. Pengaturan privasi di media sosial sangat membantu mencegah kasus cyberbullying pada anak. Data pribadi anak penting untuk dirahasiakan supaya mereka tidak menjadi korban kejahatan digital. Meski, tidak ada informasi yang benar-benar privat, tetapi dengan mengatur hal tersebut pihak yang dapat mengakses informasi anak kita lebih tersaring.

 

Selain itu yang tidak kalah penting adalah edukasi tentang postingan. Berikan pemahaman bahwa apa yang sudah diposting tidak akan hilang, sehingga sikap selektif menjadi poin penting yang harus dimiliki oleh anak. Orang tua dan guru harus paham soal ini. Sebab informasi yang sudah diposting, ibarat paku yang sudah menempel pada kayu. Walaupun pakunya sudah diambil, bekas lubangnya masih ada.

Perlu untuk diketahui, cyberbullying adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar/informasi/gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan menyakiti, intimidasi, menyebar kebohongan dan menghina, yang diunggah di internet, jejaring media. Hal ini dilakukan oleh orang lain dengan tujuan tertentu. Anak-anak kita jangan sampai menjadi korbannya. Itulah mengapa kami di PGRI memberikan materi ini dalam kurikulum guru motivator literasi digital (GMLD).

Pandemi virus corona (Covid-19) membuat banyak orang semakin akrab dengan internet. Sekolah, bekerja, berinteraksi dengan teman, semuanya dilakukan secara online. Selain itu, untuk menghilangkan rasa bosan, sebagian besar juga memilih bermain media sosial (medsos). Cyberbulying biasanya dilakuakn dengan cara online.

Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada tahun 2019, tercatat 49% pengguna internet pernah menjadi korban cyberbullying. Tentunya kondisi ini bisa berdampak bagi kesehatan mental pengguna internet. Oleh karenanya, kami di PGRI merasa khawatir, peningkatan penggunaan teknologi dan internet di masa pandemi Covid-19 akan berbanding lurus dengan peningkatan cyberbullying.

Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan cyberbullying khususnya di medsos adalah memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Saat ini sudah banyak medsos yang memiliki fitur untuk melindungi penggunanya dari cyberbullying. Contohnya untuk fitur private atau pribadi sehingga teman-teman di medsos hanya yang dikenal. Selain itu, ada fitur untuk menyaring komentar negatif dengan memasukkan kata kunci tertentu. Itulah yang sudah dilakukan.

Jadi memang pengguna medsos harus lebih aware untuk memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Fitur-fitur itu dibuat bukan tanpa alasan, tapi untuk mengamankan medsos dari bullying

Para pengguna medsos termasuk anak-anak muda, terkadang masih bingung cara melindungi diri dari cyberbullying dan langkah-langkah yang harus dilakukan. Padahal sudah ada fitur di medsos yang mendukung itu semua. Dengan begitu, pengguna medsos bisa menghindari perundungan dan menjaga kesehatan mentalnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ;

1.      Budaya Bermedia Digital (Digital Culture),

2.      Aman Bermedia (Digital Safety),

3.      Etis Bermedia Digital (Digital Ethics),

4.      dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

 Salah satu fokusnya adalah mengkampanyekan gerakan anti Cyberbullying.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.


Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang BULLYING 

1.      Perselisihan yang awalnya cuma dilakukan antara dua orang atau lebih tapi masih dalam skala kecil, lalu menyebar menjadi viral, ternyata termasuk golongan cyberbullying lo

2.      Menyebarkan meme dengan tujuan menghina fisik atau orang yang dijadikan meme, ternyata juga termasuk cyberbullying! Soalnya bisa jadi kan orang yang dibercandain itu sebenarnya tersinggung

3.      Hati-hati juga, ternyata cyberstalking atau ‘menguntit’ di dunia maya meskipun nggak ketahuan juga tergolong cyberbullying. Ya siapa yang nggak risi dikepoin gitu?

4.      Hampir sama dengan cyberstalkingcybercreeping atau perilaku yang dilakukan seseorang yang terobsesi dengan orang lain sehingga selalu ‘mengikuti’nya secara online juga termasuk cyberbullying lo

5.      Bentuk cyberbullying lain yaitu pelecehan (harassment). Contohnya ketika kita mengirim pesan menghina pada orang lain

6.      Menyebarkan kabar bohong yang mengatasnamakan orang lain sehingga merugikannya bisa digolongkan cyberbullying

7.      Berpura-pura jadi orang lain bisa masuk kategori cyberbullying kalau dari aktivitas itu si peniru mendapat keuntungan

8.      Sedikit mirip sama poin 7, outing atau trickery ini juga perilaku berpura-pura jadi orang lain tapi tujuannya untuk menyebar kabar bohong atau rahasia

9.      Terakhir exclusion atau pengucilan, sehingga membuat orang lain nggak nyaman, apalagi kalau alasannya 

 

Cara Menghindari dan Mencegah Cyber Bullying

1.      Pikir Ulang Sebelum Mengunggah Sesuatu

Internet merupakan ruang publik yang begitu luas dan tak memiliki batas jelas. Setiap pengguna dapat menggunggah apapun sesuai dengan keinginannya. Tetapi, respon orang lain belum tentu semuanya sama, baik dalam hal pujian atau justru hujatan.

Oleh karena luasnya internet, sebelum meng-upload sesuatu yang sifat awalnya adalah pribadi seseorang perlu berpikir dua kali. Pertimbangkan apakah kamu benar-benar pantas dan ingin mengunggahnya serta memperlihatkan pada dunia luas. 

Pertimbangkan juga kemungkinan respon reaktif lainnya.

2.      Edukasi Diri

Salah satu cara menghindari dan mencegah cyber bullying tentu dengan mengedukasi diri sendiri terlebih dahulu. Edukasi ini dapat dimulai dari memahami maknanya, bagaimana terjadinya, apa saja yang termasuk ke dalamnya, penyebabnya, hingga cara-cara menghindari dan meredakannya.

Edukasi mengenai cyber bullying ini penting bagi siapa saja. Hal ini untuk menghindari perilaku “main hakim sendiri” yang teradi di internet. Bisa saja seseorang tanpa sadar telah melakukan tindakan tersebut dan melukai orang lain sehingga berakibat fatal (berdampak pada psikologis).

3.      Lakukan Kontrol Privasi Akun Media Sosial

  1.  
  2.  
  3.  
  4.  
  5.  
  6.  

Akun sosial media dibuat untuk mengekspresikan diri atau sekadar kepentingan tertentu saja. Melaluinya, seseorang bebas menyebarkan momen-momen hidupnya. Namun, terkadang tanpa diduga-duga ada orang lain yang tidak suka dengan hal tersebut bahkan hingga mengungkapkan kebencian.

Menghindari kalimat-kalimat kebencian yang nantinya berujung pada cyber bullying dapat dilakukan dengan mengaktifkan fitur privasi. Hal ini bertujuan sebagai proteksi karena hanya orang tertentu yang dapat melihat unggahan pada akun kamu. Setidaknya terdapat batasan-batasan jelas.

Misalnya mengatur postingan status Facebook dari yang bersifat publik menjadi only friends yang artinya hanya teman atau lingkaran pertemanan di akun Facebook kamu saja yang bisa membacanya.

 

 

1.      Tingkatkan Kesadaran Sesama

Selain mengedukasi diri sendiri, peningkatan kesadaran di antara sesama pengguna internet juga sangat perlu. Publik perlu lebih menyadari betapa berbahayanya pembulian bahkan yang dilakukan tidak secara langsung. Akibat dari tindakan tersebut tidak boleh terjadi pada siapa pun.

Penyebaran edukasi kesadaran mengenai cyber bullying ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memposting unggahan terkait pengetahuan tentang menghargai orang lain. Namun, hal paling mendasar dengan memulainya dari diri sendiri.

Kamu juga bisa bantu menyebarkan tulisan ini di media sosial untuk membangun kesadaran sesama terkait upaya menghindari dan mencegah cyber bullying di lingkaran pertemanan dan lingkungan kamu.

1.      Hindari Pesan dari Orang Asing

Pesan pada akun sosial media dapat bersifat publik atau privat. Semua orang dapat mengirimkannya pada siapa pun. Penting bagi pengguna internet untuk mengontrol diri dalam membalasnya. Beberapa jenis pesan justru lebih baik diabaikan karena dapat memberi pengaruh buruk bagi penerima.

Pesan yang datang dari orang asing memang tidak selalu bernilai buruk. Namun, ada baiknya untuk lebih berhati-hati dalam kegiatan balas-membalas dengan pihak tidak dikenal. Jika ucapannya terlihat tidak mengenakkan atau berisi kebencian, abaikan saja untuk menghindari sakit hati.

Jika ada fitur moderasi pada komentar atau pesan, sebaiknya fitur tersebut diaktifkan. Sehingga pesan yang mengandung bullying misalnya dapat difilter atau tidak ditampilkan ke khalayak ramai.

6. Jangan Membully Orang Lain

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, mulai segala hal baik dari diri sendiri terlebih dahulu. Edukasi tidak akan memiliki nilai jika pelaksanaannya tidak kunjung terjadi. Jangan pernah berkeinginan melakukan bully entah secara langsung maupun melalui media internet.

Banyak orang mengatakan bahwa “perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan”. Semua manusia tentu ingin berinteraksi dengan baik. Oleh karena itu, cyber bullying menjadi salah satu perilaku yang harus dihindari. Ada saatnya pembully akan terkena dampak perbuatannya.

7. Cari Mengenai Diri Sendiri

Mengetahui diri sendiri merupakan hal penting, begitu pula selama menggunakan internet. Jika kamu menemukan sebuah informasi yang memberi peluang para pembully untuk mengganggu, segera ambil tindakan, sebelum hal tersebut teradi.

Pada dasarnya, orang yang membenci seseorang akan merasa apa pun darinya pasti bernilai salah. Oleh karena itu, jangan berikan celah tersebut. Secara berkala, periksa informasi mengenai diri sendiri dan hal-hal terkait di internet.

Salah satu cara mencegah cyber bullying juga dengan menghapus pertemanan (unfriend) yang bersifat toxic, selalu pilah memilihlah dalam pertemanan, usahakan selalu memilih teman yang soleh.

8. Lindungi Password Kamu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Password merupakan kunci untuk masuk ke sebuah akun. Sifatnya rahasia dan tentunya pemilik tidak boleh menyebarkannya ke orang lain. Tujuannya adalah menjaga keamanan data dan privasi dari siapa saja yang berpotensi memiliki niat jahat.

Jangan sembarangan dalam menyimpan password. Usahakan untuk melakukan proteksi agar tidak ada yang bisa masuk ke akun kamu memposting informasi-informasi berisi fitnah guna menjelekkan citra kamu. Pastikan tidak meninggalkan perangkat dalam kondisi log in.

9. Log Out Akun dari Komputer Publik

Senada dengan himbauan sebelumnya, jangan pernah lupa untuk log out dari komputer yang digunakan bersama orang lain. Hal ini tentunya untuk menghindari pembajakan akun guna menyebarkan unggahan berisi informasi buruk sebagai celah mengolok-olok kamu.

Biasakan diri untuk menjaga keamanan akun dan jangan memberitahukan password pada siapa pun. Orang lain tidak boleh mendapat akses untuk masuk dan mengunggah sesuatu yang bukan keinginan kamu. Maka, sekali lagi pastikan untuk log out dari perangkat umum guna mengindari cyber bullying.

10. Jangan Posting Hal yang Merusak Reputasi

Reputasi merupakan suatu hal yang perlu dijaga bagi setiap orang. Walaupun melalui internet, jangan membuat hal tersebut justru tercemar. Sebelum mengunggah sesuatu pikirkan matang-matang, apakah postingan tersebut nantinya akan memberikan kesan buruk dan mendatangkan kebencian.

Seorang yang melakukan bullying biasanya akan memantau targetnya hingga target tersebut melakukan kesalahan. Hal itu dapat ia jadikan bahan untuk berkata buruk, menggiring opini, hingga menyakiti orang yang dibenci.

Jangan biarkan kesempatan itu datang dengan berhati-hati dalam mengunggah sesuatu.

11.  Bangun Suasana Positif

Nuansa positif merupakan salah satu cara untuk mengatasi cyber bullying. Berbagai hal dapat dilakukan agar orang-orang lebih perhatian pada kasus-kasus pembulian walaupun hanya melalui media online. Pada dasarnya, sakit hati pun akan dirasa walaupun tidak tatap muka.

Bangunlah suasana positif dengan mengajak orang lain untuk lebih bersimpati pada cyber bullying. Beri tahu seberapa perlunya mencegah hal tersebut terjadi. Biacara pada pembuli juga merupakan bentuk upaya terulangnya kejadian yang sama di masa akan datang.

12.  Bicara

Membicarakan cyber bullying dengan anak-anak mungkin dapat menjadi satu dari sekian upaya pencegahan. Jiwa-jiwa polos mereka perlu tahu etika menggunakan internet sehingga tidak berujung pada penghinaan terhadap pengguna lainnya.

Itu tadi beberapa hal yang dapat dijadikan metode dalam menghindari dan mencegah cyber bullying. Selalu mulai segalanya dari diri sendiri untuk lebih memahami mengenai pembulian ini serta berusaha mencegah terjadinya.